Sejak ditinggalkan Abdulgani, kinerja Garuda kembali merosot, bahkan mencatat kerugian yang parah. Akankah masuknya Emirsyah Satar dapat membalikkan keadaan? Langkah apa yang akan dilakukannya?
……..
……..
……..
Di sisi lain, praktisi dan pengamat manajemen bisnis Indra Susanto mengungkapkan, hal pertama yang harus dilakukan Emir adalah menajamkan business adjustment Garuda. Sejauh ini, Indra menilai, Emir memiliki kemampuan melakukan hal itu. Selain memiliki latar belakang di industri keuangan, Emir dianggap sangat cost concern. “Pikirannya fokus pada bagaimana menciptakan revenue, profit, dan menekan cost sehingga Garuda bisa menghemat pengeluaran,” katanya berkomentar.
……..
……..
……..
Mengenai reduksi biaya, Indra berpendapat, Garuda bisa menerapkan ISSR Concept. ISSR adalah singkatan inherent cost, structural cost, systemic cost dan realize cost. Semua cost perusahaan dipetakan dan dipisah-pisahkan. Setelah itu, dilihat kembali apa yang bisa dilakukan dan berapa yang bisa dicapai untuk setiap kategori tersebut.

Indra menjelaskan, inherent cost adalah biaya yang berkaitan dengan jenis bisnis apa yang dipilih Garuda. “Garuda bermain di bisnis jasa penerbangan komersial. Maka, cost yang berkaitan adalah pemakaian jenis pesawat dan kapasitas pesawat,” ujarnya. Structural cost adalah biaya yang berkaitan dengan berapa besar frekuensi penerbangan dan operating system untuk memonitor dan mengoptimalkan penerbangan. Sementara systemic cost sifatnya mendukung penerbangan, misalnya overhead cost dan human resource cost. Terakhir, realize cost sangat berkaitan dengan efisiensi dan peningkatan produktivitas.

Memisahkan Citilink dari manajemen Garuda, dinilai Indra, adalah langkah yang masuk akal. “Citilink harus memiliki model bisnis yang benar-benar berbeda dari Garuda,” katanya. Sebenarnya, Citilink sudah memiliki konsep bisnis yang baik, yaitu memberikan pelayanan jasa penerbangan kepada konsumen menengah-bawah dengan harga tiket yang lebih terjangkau. Selama ini, national flag carrier itu sudah kuat citranya dengan jasa penerbangan yang premium dari sisi layanan dan harga jual tiket. “Jadi, Garuda dan Citilink memang memiliki pangsa pasar yang berbeda.,” ujarnya lagi
……..
……..
……..
Penulis: Firdanianty
(© SWA)