Setelah ditangani langsung pihak prinsipal, Ford mulai menunjukkan eksistensinya yang lama terpinggirkan. Strategi apa yang digunakan sang CEO?

Will Angove bukanlah orang Indonesia. Namun, itu tidak membuat pria kelahiran Australia, 23 Oktober 1959 ini ciut nyali berhadapan dengan para jagoan otomotif nasional yang telah lama malang melintang di Tanah Air. Dan terbukti, setelah tiga tahun menjadi Presiden Direktur PT Ford Motor Indonesia (FMI) ia sanggup meningkatkan rata-rata penjualan hingga 45% per tahun, sekaligus mengganggu pangsa pasar otomotif dalam negeri yang selama ini dikuasai mobil-mobil Jepang. Padahal, sebelumnya Ford cuma nama besar yang kurang berbunyi di Indonesia.
……..
……..
……..
Pengamat manajemen strategis Indra Susanto menilai apa yang ditempuh Angove memang signifikan untuk membangkitkan Ford. Superstore, menurut Indra, harus diakui memberi nuansa baru bagi konsumen otomotif di Tanah Air. Paling tidak, konsumen jadi aware bahwa produk Ford juga keren dipakai di jalan-jalan raya yang mulus. Di negara asalnya, konsumen seperti itu dinamakan city cowboy. Desain Ford yang terkesan maskulin dan tangguh, dianggap mewakili jiwa para koboi.
……..
……..
……..
Channel distribusi memang perlu ditambah karena Angove mengaku menancapkan target yang tak kecil: menjual sekitar 7.500 unit dan naik ke peringkat 8 besar pemain otomotif Indonesia. Terlalu ambisius?

Di mata Indra, jawabannya adalah tidak. Ia bahkan melihat perusahaan yang sempat menjadi ”batang terendam” ini berpeluang menjadi pemain lima besar di Indonesia dalam waktu 5-10 tahun mendatang. Namun, di luar proses bisnis yang disempurnakan agar kian solid”, Keberhasilan Ford akan sangat tergantung pada strategi dan taktik yang akan diterapkan untuk mengempur dominasi pasar yang masih dipegang oleh produsen-produsen mobil Jepang”, ia menandaskan. Untuk itu, FMI perlu memahami kebutuhan dan perilaku konsumen Indonesia secara mendalam, dengan melakukan segmentasi pasar yang baik — misalnya pasar disegmentasi menjadi 7 bagian, yaitu: safety first, mature achiever, efficient speedster, influenced patriotic, dealer lead, shopper and loyal core.
……..
……..
……..
Setelah melewati tiga tahun sebagai leader organisasi baru, Angove sadar benar wanti-wanti di atas. Dan agaknya ia mesti menambah kewaspadaan karena para pemain, terutama dari Jepang, tak mau tinggal diam melihat geliat jagoan AS ini. Isuzu, misalnya. Presdir PT Pantja Motor — produsen Isuzu — Yohannes Nangoi mengungkap pihaknya tak akan pernah berhenti meningkatkan kualitas SDM-nya. Juga, seperti prinsip Kaizen, terus menyempurnakan proses bisnisnya, mulai dari channel distribusi, delivery, hingga layanan pascajual. Karena di sinilah proses bisnis, pertempuran sejati siap dilakukan.

Reportase: Tutut Handayani.
(© SWA)